Buku berjudul Seni Malas Membaca Karya Wisno Andu, lahir dari sebuah keresahan yang barangkali juga sedang Anda rasakan, rasa lelah karena terus-menerus mengejar. Kita sering kali merasa seperti pelari maraton yang tidak pernah melihat garis finis. Kita dikejar tenggat waktu, dihantui oleh perasaan bersalah setiap kali melihat deretan buku yang masih terbungkus plastik.
Kita butuh cara baru untuk bersahabat dengan ilmu pengetahuan. Judul buku ini, Seni Malas Membaca, mungkin terdengar sedikit provokatif, bahkan mungkin dianggap "berdosa" oleh standar akademik. Namun, "malas" yang saya maksud di sini bukanlah sebuah ajakan untuk menjadi bodoh atau berhenti belajar. Sebaliknya, ini adalah sebuah manifesto untuk kembali ke substansi. Ini adalah seni untuk berani memilih, seni untuk tidak lagi diperbudak oleh kuantitas, dan seni untuk menyediakan ruang bagi pemikiran kita sendiri agar bisa bernapas di tengah banjir informasi.